Rabu, 23 Desember 2009

first cut in the deepest

perpisahan yang aneh..

ketika cokelat itu tengah dibungkus rapi oleh perak dan ice cream itu dilapisi oleh lelehan perunggu hingga dengan sanggupnya mengenyahkan kepiluan saya dan mengirimkan pesanan untuk mengkristalkan riak air mata saya yang sudah siap meleleh sebelumnya..

malam ini sudah lewat jam ngantuk, sampai-sampai saya ingin menunggu sang surya terbit dengan senyumnya.. menampakkan segala sinarnya yang membuat saya terkadang sedikit membisu ketika melihatnya.. berpikir untuk memoles kertas putih dalam hari saya yang akan ditempuh.. berpikir ada tragedi apa lagi.. gulungan prahara apalagi benak saya betanya dengan embel-embel tanda tanya agung tentunya

saya tak tahu apa yang terjadi dengan perasaan saya.. bercampur menjadi satu layaknya bumbu rahasia yang selalu di publikasikan oleh makanan-makanan cepat saji di teve.. gembar-gembor berlebihan padahal secara realistis sangat sederhana.. sesederhana perasaan yang saya pahami sekarang ini.. dia

pixel-pixel pemberiannya itu menarik tiap ujung bibir saya untuk tertawa.. mengangkat bibir saya sedikit lebih tinggi.. sambil mengeluarkan opini layaknya kicauan burung yang tak mempedulikan apapun dan tak dipedulikan siapa pun.. terbahak tak berdosa.. dan tak ingin diganggu.. menikmati keindahannya...

bunga itu berjalan mendekati saya, membawa dalam pojokan ingatan jutaan milyar detik yang lalu.. bunga itu membawa saya dalam debu sinar yang mengajak saya berlari dalam kejutan yang tak akan pernah saya dapat dari siapa pun.. seberharga itukah ? saya juga tak tahu jawabnya..

seketika gelombang suara itu.. lantunan suara itu mebuat saya tersentak.. tersadar.. bahwa ada benda asing yang mengalir melewati kulit wajah saya..

ya.. ternyata ia menangis juga..
ia adalah saya...

Sabtu, 28 November 2009

ultimatum

ketika saya malas sekali untuk menulis.. ternyata hati saya menginginkan lain.. ia memaksa saya menulis menulis dan menulis.

ketika hati saya sedang labil, saya yang perasa sedang di uji.. ada tiga pilihan untuk menyelamatkannya..

bertahan, diam atau pergi..
tak ada yang baik dari pilihan itu.. tak ada solusi yang pas.. sungguh.. semuanya pilihan yang buruk.. berujung pada hancurnya nurani.. sampai dipenuhi kegelisahan dengan menutupinya dengan senyum dan kedinginan saya agar tak merepotkan orang lain...

ketika saya ingin bermetamorfosis menjadi regin regin berikutnya.. sampai ingin menghilangkan kelembutan hati saya.. kelembutan hati saya ini mengganggu.. tak menguntungkan sama sekali, tapi apakah saya bisa menjadi seseorang yang kasar dan berkebalikan dengan diri saya sendiri ?

sepertinya tidak.. kelembutan ini melekat di dalam diri saya bertahun-tahun, harusnya saya bisa sedikit kasar.. sedikit saja tanpa peduli perasaan orang, agar dia juga mengerti betapa sakitnya hati saya...

saya yang menimbang-nimbang, saya yang gelisah di dalam ketenangan, saya yang penurut, saya benci sekali dengan kepercayaan hati saya itu, tapi kepercayaan itu tak bisa hilang.. kepercayaan itu tertanam di dasar hati saya..

andai setiap dia mengerti sedikit saja, andai dia bisa menjaga perasaan dengan pola pikir dan cakapnya.. saya yakin segalanya akan menjadi harmoni indah tanpa perlu ada noda..

andai dia mengerti goresan hati saya yang penuh luka akibat goresan sebelumnya yang belum sembuh, andai dia selesai menyembuhkannya.. tapi dia malah berhenti di tengah jalan dengan membuat goresan-goresan lain yang membuat saya semakin sakit..

saya tau, setiap orang memiliki cara pandang masing-masing dan tak seorang pun pantas memintanya untuk berubah, tapi menjadi orang yang sedikit lebih baik sepertinya tidak sulit..

andai dia mau mengerti, sedikit saja…

Sabtu, 14 November 2009

pertikaian ribuan hati

pedih sekali ketika harus menjadi ular berkepala dua untuk beberapa sisi diantara orang-orang yang saya sayang.. terlalu pelik memang untuk dijabarkan..

kejujuran yang saya coba untuk dibeberkan malah menerima opini pedas dari banyak individu. sebenarnya tak ada yang salah memang diantara kedua pihak tersebut.. tapi mereka tak bisa saling mengerti, padahal apa salahnya untuk membuka hati, melupakan gengsi, bahkan hanya sekedar menerima saja sepertinya berat..

merasakan ungkapan hati secara spontan walaupun itu kesalahan tapi setidaknya saling menghargai itu tak sulit..

ucapan detail dari orang-orang yang wajib dihormati memang harus ditaati.. ya saya mengakuinya, setiap manusia harus taat kepada aturan para tetuanya masing-masing.. saya memang di golongkan kedalamnya sebagai anak penurut..

tapi di lain sisi ada anak yang digolongkan untuk tidak metaati perintah orang tuanya, keibaan itu membingungkan saya.. tak bisa memilih karena memang tak harus dipilih, tapi apakah akan selamanya mereka terus-menerus bertentangan seperti itu.. mereka pikir, mereka sudah dewasa.. kedewasaan itu mengerti dan menerima.. sedikit saja, ketidaksetujuan bisa di tentang secara perlahan tanpa harus kasar..

kelembutan itu bisa menyelesaikan segalanya.. dengan kehalusan dan ketulusan hati, segalanya pasti akan terpecahkan dengan kodrat alamnya masing-masing.. cara yang baik pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik pula..

tanpa harus mendesak dari 1 pihak ke pihak lain.. itu membebani.. mereka hanya mau mendesak tanpa mau mendengar, hanya mau membentak tanpa pikir perasaan.. hanya mau memaksa tanpa mau mengerti...

sedikit saja , tolong gunakan hati dan akal sehat tanpa harus mengubah mutiara kata menjadi ceceran samurai tajam bagi yang menerima..

memang bukan saya.. tapi saya yang sensitive ikut merasakannya, tak mau turut campur tapi banyak orang memaksa saya memasuki tsunami hati terdalam seseorang dengan resiko menggadaikan hati saya juga....

saya ingin semuanya mengerti.. tanpa harus ada vendeta..

menerima segalanya dengan lapang dada tanpa harus menebak-nebak apa yang akan terjadi.. jalani saja seperti air yang mengalir tanpa harus mempermasalahkan sesuatu yang bukan masalah..

tentang seseorang...

Senin, 26 Oktober 2009

Kutuliskan ini untuk sekuntum mawar putih berada di hutam tundra, atau mungkin tulip merah yang mencolok berada di padang pasir, atau mungkin bunga teratai diatas kolam fatamorgana, atau mungkin pelangi yang tak kugapai ujungnya, atau mungkin entah apa yang tak bisa kulukiskan tanpa mengambarkan keindahan, karena sungguh cintaku begitu indah di hati, ku agunggkan cinta hingga ku tak dapatkan cintaku, takan ku lakukan kedua kalinya karena cintaku belum tentu cintaku.

Cintaku layak seperti Guanin yang tak pernah lepas dari Sianin, begitu erat karena berkodrat untuk tak terpisahkan, janganlah cintaku bak Adenin yang mampu menerima Urasil dan terpisahkan dari Timin entah apapun alasannya, ku tak ingin menjadi Timin yang mampu tergantikan. Cintaku kan yakin aku, mau berkorban untukku dan tak kan kuganggu cintaku jika cintanya bukan untukku
.
Cintaku bagai matahari yang dipuja karena sinarnya memberikan kehidupan, dan aku hanyalah bulan yang berkamuflase, Curam ,terjal, dan buruk rupa yang karena kuning dan hangat sinarnya menjadikan penyinar malam yang dipuji menyempurnakan kerinduan, lebih indah dai pemberi sinar, cintaku berlaku demikian maka akan terbalaskan dengan hangatnya kasih sayang yang belum pernah dirasakan.

Komplementer sifat cinta, berelastisitas silang negatif, berlawanan tapi sunguh tak terpisahkan, yang satu tak bisa hidup tanpa yang satu. Ketika satu minus maka yang satu akan memberikun plus. Dan kini ku hanya magnet yang memiliki satu kutub, bergantung pada magnet di depanku, ku kan tertarik jika dihadapkan kutub berlawanan, tertolak jika diberi kutub yang sama, perih tak bisa memilih.

Memang bukan seorang pujangga, tapi tangan bergerak sesuai alunan hati mencoba menciptakan yang terindah untuk yang terindah, karena rangkaian terindah hanya tersuratkan dari kejujuran hati, Ingin kugambarkan sayangku tapi tak guna jika tak kudapatkan kasihnya, hati tulus mampu menggambarkan lebih dari seribu ungkapan sayang yang mampu memberikan juta makna.

Dalam satu pohon hanya satu bunga paling mekar, banyak yang cantik dan pasti hanya satu yang paling menarik. Ku tunggu mekarnya bunga sembari berdiri sombong menengadahkan kepala & membuka mata lebar tak takut akan apapun, menantang apa yang mengganggunya, memberikannya sesuatu yang berbeda karenanya terspesialisasi.

Jatuh ke bawah karena adanya gaya gravitasi itu merupakan hukum-hukum yang sebelumnya tak tersurat tapi tersirat, Abrasi oleh ombak besar di pantai, membuat tebing keras di tepi pantai terkikis, erosi terjadi karena tak memiliki akr penguat. Aku mencari yang belum tergali, dan kan ku temukan seperti harta karun, ku berusaha membentengi agar cinta tak menipis, ku tanam bibit agar tumbuh pohon yang menguatkan cinta.

Cinta Menyanyagi, Melindungi, Menjaga, Menghargai, Memiliki. Sakit jika sayang tak terbalas tapi tak sesakit jika dibohongi cinta. Cinta tak takut menyakiti hati, tapi takut akan kehilangan. Sungguh ku rela cintaku tak bersamaku barang sejenak, karena cintaku kan bersamaku menemani waktu yang panjang. Cinta bukan karena haru hati tapi karena timbul dari palung hati.

Minggu, 25 Oktober 2009

saya dan percakapan hati

seperti angin yang semliwir.. hati saya celingak-celinguk mencari kebenaran, walau sebenarnya kebenaran itu sudah ada dalam bidadari ketulusan hati saya.

sadar ataupun tidak sadar ternyata kebenaran itu terus menerus disanggah oleh suara tenggorok saya yang diantarkan melalui lidah yang bisa dianggap sebagai kebohngan dan kemunafikan diri saya sendiri. sebenarnya hati saya berteriak-teriak , meronta-ronta meminta pertolongan ketika keinginan hati yang selalu berkobar laksana bara api sejak saya kecil ini harus dibuang jauh-jauh sampai tak ada bangkai yang tersisa

hati saya menelusuri impian-impian ini sejak dulu, sebenarnya ini bukan impian. hanya topangan harap yang ditunggu untuk menjadi realita dengan detail-detail penting didalamnya yang akan mungkin akan menjadi sebongkah resolusi besar yang ada dalam perjalanan panjang hidup saya..

tapi yang ada hanyalah ada, tak bisa dihilangkan atau diluluhlantahkan, tapi hanya dibutuhkan celah-celah fleksibel dan solusi agar bisa menjadi harta yang bisa menggantikan mimpi saya terdahulu

walau akan terasa lain, nantinya..

Sabtu, 24 Oktober 2009

perkelahian nurani

hati saya sedang gundah .. ia seperti tertelan jutaan badai yang tak bernama ... seseorang membawanya menuju tempat tak terlihat namun memang nyata..
ketika 2 pilihan ada dalam nurani yang tak bisa dibohongi, opini dan nasihat dari tetua ditelaah sedemikian rupa hingga bisa dijabarkan dalam poros hati saya yang sedang berantakan dan tak berarah seakan entah akan bermuara kemana..

hati memang tak akan pernah bisa berbohong, sekecil apapun bentuk penyelundupan pasti akan berubah menjadi ribuan sel yang bertumpu membentuk koloni yag tertuang dalam perasaan..

ditengah deru seperti ini saya dan detak jantung saya yang tak berirama, ia melewati jutaan saluran dengan pacuan detik yang tak terhingga..
saya bingung ketika harus mengambil satu untuk waktu yang lama bahkan hampir selamanya.. terkesan jahat memang , tapi saya benar-benar bingung .. seketika saya terjerembap kedalam palung kosong yang tak hingga sampai tiba saatnya ada cahaya menyentuh saya yang tuhan kirim melalui proses pembicaraan dari mulut seseorang yang selalu saya sayangi didunia ini...

saya seperti terkena penytakit dilema.. didera, menyusup, bingung dan tak bisa hilang ... menusuk tulang saya... kepala saya terpontang panting tak karuan dengan ribuan pikiran tak berseni ditambah neraca ketidakstabilan yang menghantui saya beberapa hari ini

saya tau ini tak bisa dibiarkan terus-menerus, telalu pedih memang.. tapi saya sadar.. saya terbangun dalam ketidakpekaan hati. dengan jawaban memuaskan yang akan saya ambil dalam peristiwa tragis ini.. ternyata memang harus ada korban..

maaf.. maaf..

demi tuhan, maafkan saya

Kamis, 22 Oktober 2009

seperti titik nadir sampai zenit

segalanya memang selalu berawal dari satu sel yang sangat sederhana dan tak peka, bisa dirasakan tapi hanya dianggap sebagai angin lalu ... terdengar agak aneh memang .
tapi saya sulit sekali merasakannya .... walau sebenarnya tak perlu dirasakan karena memang sudah terasa sejak awal..

baiklah .. saya memang harus jujur untuk kali ini, 5 makhluk tuhan yang menyimpan rahasia saya dengan sangat rapat dengan resiko yang sangat berat, tapi saya nyaman sekali... kenyamanan ini saya temukan melalui ini, cara ini dan caranya ...

bukan mengaggumi , hanya keinginan dan keingintahuan yang berlebihan memaksa saya meneruskannya dengan pijaran lampu yang manis dan tertata rapi layaknya pasir yang sudah tuhan tata untuk menyejukkan mata para insan ...

saya merasa kesulitan sekali dengan hal ini detak jantung saya kejar mengejar tak bisa dilambatkan , karena ia merasa sesuatu .. terbuai dengan imajinasi yang mencolok rasa..
bagi saya ini semua terlalu indah untuk diperbincangkan bahkan dituangkan dalam bentuk tulisan sampai dioles melalui tinta emas sekali pun .

tentang dia

Rabu, 07 Oktober 2009

akhir dari sebuah kekaguman

sebenarnya ini semua bisa diusahakan agar tidak hancur bahkan sampai meronta-ronta .. karena itu bukan hak saya . tapi kepedihan ini memaksa saya melakukannya . saya... saya merasa hambar saat ini, saya .... saya tak bisa berkata apa-apa... kekuatan usaha tidak mampu mengubah apapun saat ni, kepedihan dan kehambaran ini merasuki saya seperti debu tak bernyawa tapi membuat bekas yang menimbulkan penyakit..

ini semua benar-benar membuat saya ternganga , terpaku.. diam bak kronologis cerita kehidupan yang diumbar oleh para pencarinya...

kehancuran ini membedaki saya laksana pasir yang di hamparkan diatas tanah bermandikan ombak...

hati saya hambar.. bermuara.. pergi entah kemana... mungkin ia tak akan kembali dengan BULIR KEKAGUMAN , SATELIT KERUMITAN INI , dan RAHASIA KECIL SAYA, yang sudah saya biarkan mengalir bagai air..

dan sampai akhirnya terjadi...

air jernih itu berubah keruh

Sabtu, 26 September 2009

Dobrakan ketidakmampuan ini

saya terdiam disaat diri saya tengah terombang ambing dalam muara berbuih bisikan yang membuat saya sakit , mencekam ribuan benda yang berada didalam pikiran saya ...
entah kenapa saya bisa menjadi sesensitive ini hanya karena paku-paku karatan kecil yang idiot.. menghancurkan ketidakpedulian saya akan magnet-magnet yang mengengelilingi saya , membelit laksana benang yang terus menggelayuti.. membentuk helaian berwarna gelap tak berarah…

saya serasa dikecam oleh kebodohan yang hilir mudik yang menimbang saya dalam neraca ketidakstabilan yang seharusnya memang harus dipasang stabilizer berkelas agar bisa mengembalikan saya kedalam harmoni gelap terang ribuan cat alami yang sudah ada tanpa harus dibuat bahkan cukup dengan tukar menukar keadaan agar segalanya menjadi imbang…

saat ini saya benar-benar sedang membutuhkan secercah cahaya yang menari diudara untuk menggelitiki saya didalam penjara cakrawala bertembok api. saya ingin lepas dari ini, dari kegelapan tak terlihat ini, saya tak bisa bersembunyi karena spekulasi yang mereka keluarkan hanya berbentuk kesemuan didalam jemari kata yang tak tersampaikan langsung kedalam telinga saya .
saya benar benar merasa dilecehkan.. saya terhenyak dan tak seorang pun tau bahwa ternyata kesabaran saya ini sudah melewati batas stimulasi yang sudah tidak bisa ditawar lagi..

saya benar-benar ingin lepas dari guratan gulita yang sebenarnya hanya menari dalam hamparan kepingan kesakitan yang tak berirama ini…

mereka telah memperkosa detail-detai kecil dalam pikiran saya terus menerus seperti ini..

Senin, 21 September 2009

our (moeslem) amazing feast day


idul fitri 1430 H..

idul fitri kemaren luar biasa ... segalanya indah.. seakan lautan maaf menjadi panorama utama dalam berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang dicintai..
saya dan keluarga besar saya mencoba mambuka pintu maaf selebar-lebarnya sembari berkeliling dan menunggu orang yang menyinggahi kediaman kami sekedar menyempatkan untuk saling menjabat tangan dan sedikit berbasa-basi dengan untaian kata manis yang bergelantungan disetiap bibir orang kala itu..

perasaan bahagia, haru sampai seketika ada yang tersdu-sedan beberapa detik dalam waktu pacuan detik yang hilir mudik kesana kemari.. saya yang hanya bisa diam membisu menahan air mata turun hanya bisa tersenyum.. mencoba dengan keras meresapi serpihan-serpihan makna kemenangan yang telah tuhan saya, ALLAH berikan.. subhanallah luar biasa sekali kenikmatn yang ia berikan kepada saya . hambanya yang tak bisa dan tak tahu apa-apa..

dalam lantunan desir kemenangan idul fitri di dalam hati saya, saya merasa bersalah sekali.. bersalah karena begitu banyak kesalahan dan dosa-dosa yang sudah saya lakukan selama ini, hati saya pedih.. pilu.. setelah mengingat betapa luar biasanya agama saya dalam makna utama hari kemenangannya yaitu saling membuka pintu maaf selebar-lebarnya dengan garis bawah ikhlas dan tulus..

reginanavira,mom,dad, and big family love it somuch .

Jumat, 18 September 2009

perasaan yang menyelinap

beberapa jam yang lewat begitu saja .. dengan pertanda langit gelap menjadi terang . ada sesuatu yang membuat segelintir insan dunia termasuk saya takjub sekaligus sedih atas suatu keadaan yang terlihat oleh penglihatan saya ..

seperti beledu yang menyapukan mutiara kedalam hati saya .. hingga ia teketuk untuk lebih memuja dan bersyukur kepada tuhannya .

ketika shalat terawih tadi malam berlangsung di tengah deru ombak semangat jiwa saya untuk melakukan kewajiban sebagai umat manusia .

disana.. seseorang yang sudah uzur, kulitnya termakan zaman.. kesehatannya nyaris hilang tapi kekuatan untuk berjalan menuju rumah tuhan dan memujanya tak pernah habis dimakan usia . ia hebat luar biasa.. mutiara,emas dan perak terindah pada malam itu seakan hanya ada diwajahnya .. begitu terpancar mahadahsyatnya, doa-doa yang tak pernah henti dari bibirnya yang terus menerus membisikkan nama-nama tuhannya.. tak pernah berujung . tak pernah berakhir ..

ini semua membuat para insan yang berpemilikkan kemudaan malu . karena mamiliki jiwa tua yang hanya bisa kuat untuk dirinya saja bahkan tanpa mengingat tuhannya .. dengan alasan-alasan tak logis berpikir lelah untuk pergi ke tempat yang harusnya menjadi kewajiban selama hidup di dunia ... melakukan hal yang tidak memakan waktu lama . tapi sangat berpengaruh terhadap jalannya segala sesuatu ...

tadi malam saya terharu sekali melihat hal yang menggetarkan jiwa, gejolak perasaan saya mulai tak karuan .. saya malu oleh diri saya sendiri yang ternyata bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, saya merasa tidak berguna sekali memiliki jasmani muda.. sedangkan hati saya tua, miskin dan lemah...

perasaan malu itu saolah-olah tercecer menjadi kepingan koin yang manggema, memaksa menelusuk kedalam bundaran kobaran api dalam jiwa saya hingga kobaran api yang benderang menjadi gelap dan sunyi .. termakan deburan dan luapan air kesadaran yang menggubris pelosok-pelosok kejahatan hati saya untuk diam sembari membangunkan ketulusan hati saya agar menjadi harmoni indah untuk terus hidup...

Kamis, 17 September 2009

bulir kekaguman...

mengagumi itu terkadang menimbulkan getaran lain.. kekaguman itu terkadang menjebak hati saya untuk terus memuja dan memuja,menganggap itu sempurna , dan tiba akhirnya saya merasakan penyempitan dalam pernapasan saya hingga membuat saya sulit bernapas ketika tau hal yang sebenarnya terjadi, sifat yang sebenarnya ada dan tak bisa disangkal...

saya bersumpah.. itu benar-benar menyesakkan dada.. membuat saya terlempar dalam suatu penyesalan besar yang sulit sekali saya terima ... saya serasa sendiri dalam gurun pasir luas .. dimana saya berteriak dan tak seorang pun mendengar..

pertanyaan sulit menari-nari dalam imajinasi saya.. suatu kalimat berbentuk tanya tanpa terjawab.. tidak bisa dibiarkan lewat begitu saja tanpa ada pengusir yang cocok untuk memusnahkannya, saya dan diri saya merasa sulit sekali menerima kenyataan pahit ini, ini membuat saya serasa terperosok kedalam jurang , terjebak dan tak bisa keluar lagi..... karena, ini semua memang sudah melekat erat dalam hati saya.. sudah tersusun rapi seperti skenario film-film kolosal yang selalu tampak dan tergambar sempurna..

ini tak mungkin musnah , saya merindukan kesederhanaan dulu, tak perlu terlihat berwarna-warni cukup sel berwarna abu-abu atau hitam putih saja saya sudah amat bersyukur..

tapi segalanya berubah seiring evolusi bukan revolusi... cepat tapi tak pasti, sampai akhirnya sekarang saya bangun, dengan refleks membuka mata dan ternyata..
ya.. segalanya berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh saya..

dia..

Minggu, 13 September 2009

satelit kerumitan ini

ini membuat saya gila.. sungguh ...
perasaan ini membuat otak dan hati saya mengejang layaknya otot yang dipakai berlari .
saya ingin pengertian , tanpa harus diungkap.. sekedar diakui saja..

berawal dari menghargai yang akhirnya membuat saya tersiksa sendiri.. tersiksa didalam penjara , hingga saya tak mampu berekspresi .. saya ingin pengetahuan.. sekali saja ... menancap dalamnya rasa ini.. entah harus bagaimana lagi , saya sudah kehabisan cara dan umpan yang ampuh untuk hal ini..

kebingungan karena 1 hal yang akhirnya menjadi sesuatu yang bergelayut hingga membelit saya dalam penyiksaan besar... menyala tajam .. bak mutiara nan cela ... terbawa kabur oleh jutaan osciloscp.. menyentuh solar plexus hingga menyederhanakan homoniculus dalam sel otak saya..

tak ada yang mengerti tentangnya bahkan hati saya sendiri...

saya menyerah ...

ya.. saya merindukannya...

saya menyerah...

Jumat, 11 September 2009

rahasia kecil saya

terkadang sesederhana sikap selalu lambat untuk saya cerna , entah kenapa.. karena saya tidak peka mungkin.

sebenarnya ini memang rahasia saya dengan tuhan yang akan menjadi sebuah penjabaran kecil yang transparan tapi tidak dibuat dalam bentuk spesifik dan penjelasan yang akan saya tumpahkan melalui bentuk alinea berbaris kata .

Kedekatan dengan banyak orang yang dimulai dari satu sel yang sangat simple dan biasa-biasa saja pasti tanpa terasa , lama kelamaan akan terbentuk suatu ruangan kompleks .. yang didalamnya menjadi sesuatu yang vulgar dan manis . ada terbentuk perasaan yang menyelinap dibalik bayang. harus di sanggah tapi tak bisa, harus dihilangkan tapi tak mungkin.. alasan kedekatan yang hanya menjadi sebuah formalitas akan menjadi sesuatu yang bisa menjerumuskan saya ke dalam palung terdalam ...
rasa mengagumi terhadap orang-orang itulah yang akan berubah menjadi sesuatu yang membuat saya mampu menyelami siapa "mereka" atau "dia" sampai relung jiwa saya mendesak dan mencoba mendobrak perasaan dan rasa-rasa itu.. tapi tak ada satu pun nurani saya yang mampu mengakui serta jujur , padahal saya sudah mencoba mengatakan ... AYO JUJUR ! JUJUR ! CUKUP HANYA PADA DIRIMU SAJA.. tapi tetap saja tidak bisa.. pengecut sekali . Kejujuran yang harus saya akui sekarang sangat mahal, baru kali ini saya ,merasakan jujur pada diri sendiri rasanya mahal .

saya coba berpikir kembali, sebenarnya ada apa .. kenapa begitu sulit. Padahal sedari tadi pun saya tertawa bahagia atas sesuatu yang tidak akan mungkin menjadi milik saya, bahkan tidak akan pernah mungkin , saya selalu matang untuk mengambil keputusan dan meramal prediksi. tapi saya bahagia hanya untuk bicara, tertawa, berekspresi dengan "mereka" atau "dia" yang sekarang sudah menjadi sesuatu yang kompleks ..

apakah "mereka" atau "dia" sadar apa yang menjadi kebahagiaan saya saat ini ... sungguh saya bahagia, bahkan hanya untuk dekat dan berbagi kebisaan yang bisa saya bagi dengan "mereka" atau "dia"

tapi yang saya suka, "mereka" atau "dia" sangat peka sekali untuk mendengar perkataan saya yang menari dijalusi, bahkan hanya dengan berkata "tolong rasakan ungkapan hati rasa saling memberi agar semakin erat hati kita jalani kisah yang ada". Saya tidak perlu berkata demikian pun mereka mengerti . bahkan hanya dengan perkataan "hai" saja mereka sudah tau makna terdalamnya adalah kata-kata panjang yang berada dalam imajinasi hati saya...

Kamis, 10 September 2009

permainan di pesantren kilat

di pesanteren kilat ada 3 kelompok , 1 kelompok berisi 7 orang, permainanya setiap kelompok per individu harus menulis 2 kata , itu artinya 1 kelompok ada 14 kata. nah dari kelompok tersebut diacak dan kemudian ditukar dengan kelompok lain, kelompok yang menerima kertas yang berisi kata-kata dari kelompok lain itu harus membuat suatu karangan yang didalamnya harus ada kata-kata yang diberikan kelompok lain.

karya kelompok saya : pulau tak bernama berkumandang suara adzan , para makhluk Tuhan bernama wanita lari menghentakan batu diatas tanah sehingga jatuh keair. wanita itu membasahi rambutnya yang terurai indah. Menghamparkan sajadah ditemani hembusan angin, dengan daun-daun kering yang berguguran seakan di dunia mimpi, keindahan mahadahsyat bagaikan bisa gigitan ular.

hahaha membojeg sekali... sungguh, saya dan teman-teman satu kelompok mengarang bebas.. tak ada inspirasi yang lewat, padahal tanpa harus bilang permisi pun akan saya izinkan untuk lewat.

semua kelompok adalah juara, buatan kelompok lain sangat-sangat bagus.. semuanya menggambarkan ciri khas masing-masing..

kelompok kami juara apa ya lupa . kalau tidak salah juara yang makna ceritanya dalam . lucu . menyenangkan .

kado ulang tahun keshia di bulan ramadhan

adik sepupu saya yang namanya keshia suka saya panggil keke esok hari sabtu ulang tahun , keshia itu anak kecil manis kelas 1 SD , penuh keceriaan, anak yang luar biasa kritis, cantik dan baik .
dia ingin sekali punya banyak kado dihari ulang tahunnya , itu artinya saya harus memberinya juga . bingung sekali saya , terlunta-lunta dalam pikiran saya harus membeli apa .
ibunya dia tentunya adalah adik mami saya yang selalu saya panggil tante ati. Beliau menyuruh saya membelikan alat-alat tulis, katanya : "BIAR KEPAKE". wahhh ide yang cukup cemerlang sekali (benak saya berbisik).

hari ini.. Jumat, saya meminta antar 4 orang sahabat saya untunk membeli kado , ableh,unil, dan wulan. beruntung sekali saya, mereka sabar mengantar saya meskipun matahari sedang tidak bersahabat. Saya bingung harus beli dari toko mana , ya sudah saya pergi saja ke toko dimana banyak sekali aksesoris dijual disana .... ok.. disana kami hanya mendapat 3 pensil , yang 2 nya memang lucu. tapi untuk tempat pensil dan alat tulis lain rasanya kurang menakjubkan untuk dibeli. Saya putuskan membeli barang lain ditoko sebrang, dalam hati saya berdoa semoga saja barang-barang disana memang ada yang cocok dengan selera saya yang aneh ini.

Keshia suka sekali dengan princess, imajinasinya tentang puteri-puteri seperti ariel bak didunia nyata, Luar biasa. Tepat sekali disana saya menemukan celengan dengan gambar princess yang cantik berwarna biru lucu dan romantis. tanpa pikir panjang saya langsung mengambilnya dan sambil mencari tempat pensil lucu, setelah saya selesai mendapat tempat pensil dan celengan, saya menghampiri etalase yang menjual penghapus, rautan dan pulpen cantik berbulu pink.


Subhanallah , tragedi menyebalkan menghampiri saya . Pelayan ditoko itu sungguh menyebalkan , juteknya minta ampun. Astaghfirullah .. berulang ulang saya mengucap kata-kata pujian untuk allah agar saya bisa mengontrol emosi, saya dilayani dengan sangat tidak profesional. Lama sekali pelayan tersebut melayani saya.. dengan pasang wajah masam lagi kepada para pembeli . pertanyaan muncul di benak saya : masih berlakukah pambeli adalah raja ?. sepertinya tidak . Saya sedang tidak puasa , toh kalo saya marah-marah pun tak apa , tapi saya masih menghormati sahabat-sahabat saya yang sedang berpuasa dan mungkin para pelayan itu pun.

saya benar-benar tak tahan dengan pelayanan menyebalkan dan udara didalam ruangan yang sumpek, saya buru-buru kekasir untuk membayar barang-barang itu.

tapi setelah sampai rumah saya senang sekali telah membeli kado-kado impian keshia meskipun dengan kesabaran tinggi saya membelinya.

selamat ulang tahun keshia cantik : D


Rabu, 09 September 2009

saya dan kesabaran saya...

saya benci sekali dengan sikap saya yang suka tegesa-gesa, tidak teliti dan teburu-buru serta lelah menunggu , dan yang terkompleks adalah mengeluh ...

saya selalu mengeluh jika sesuatu yang saya inginkan tidak tercapai , keluhan idiot yang sedari dulu melekat dalam darah dan daging saya .... saya benci sekali hal itu ...sampai saya akhirnya menangis hingga air mata saya menjadi seribu sungai setiap detiknya ,,, setelah lelah menangis .. saya merenung dan berpikir apa yang sebenarnya terjadi dalam diri saya yang lemah... yang selalu terpaku atas ketidakpercayaan realita .
relung jiwa saya menelaah kedalam ... menyalahkan butir-butir napas dan jutaan keping jarum jam yang berputar...

saya menyesali kenapa ribuan detik itu mengalahkan saya dalam berlari , padahal saya sudah merasa cepat , kuat dan tangguh untuk mengalahkan pacuan detik serta jam yang terus berputar tanpa henti ... tak berpikir dan tak kenal lelah ... pernahkah waktu berpikir.. bagaimana derasnya keringat saya untuk mengalahkan dia , rasanya tidakk .... ternyata pacuan waktu lebih jahat daripada roh yang dikirim langsung dari neraka saya sendiri .....


saya lelah sekali sekarang . lelah dengan sikap saya yang sulit menerima kenyataan , saya sakit... terkena virus derasnya badai simuklarum yang tiba-tiba datang menghentakan pikiran saya . membawa dan menendang jauh saya dalam likuan hidup yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya ...


ungkapan hati saya bagai teriakan ditengah gurun . saya tak peduli . saat ini saya benar-benar putus asa .. saya jatuh kedalam lubang sedalam jutaan meter ....

seharusnya daridulu saya mau mendengar yang selalu nenek saya bilang “SABAR DE, SABAR , TENANG DAN TAWAKAL KALO JADI MANUSIA ITU” tapi saya bodoh , rendah sekali saya, saya tidak mau mendengar , tidak mau menurut dan meresapi betapa dalamnya makna yang terkandung dalam butiran-butiran mutiara yang sudah tuhan kirim melalui nenek saya berbentuk kata dan kalimat

TUHAN AMPUNI AKU .
lovely grandparents .

Sabtu, 05 September 2009

gulungan mimpiku

Menaklukan hidup.. hal itulah yang ingin saya capai sejak masa SMP… karena hidup itu aneh… ia penuh teka-teki rumit yang membuat para makhluknya hanya bisa terpana ketika ia menumpahkan realita jalan yang tak sama dengan mimpi-mimpi para mahligai tuhan yang berpijak diatas tanah bernama bumi…
Bahkan kadang membuat saya tertawa dengan jutaan misterinya dan kadang membuat saya terhenyak atas cipratan kesakitan dan luka yang ditimbulkan didalam hidup itu sendiri..
Detik yang lalu saya memasuki hunian sementara yang harus saya tempati dalam jangka waktu yang saya sendiri tidak tahu , didalamnya terdapat berjuta kerikil yang harus saya tempuh untuk mencapai suatu kesuksesan agar sama dengan mimpi-mimpi yang sudah saya persiapkan jauh-jauh hari.. satu ruang yang harus dilewati bagai gurun pasir terjal nanberliku , sampai akhirnya membentang nirwana indah yang sebelumnya tak pernah saya bayangkan…
Hidup ini memang rumit… terbentang prahara pagi, siang, malam, air mata, kegalauan hidup, kebimbangan, kejenuhan, inspirasi, dan ribuan sel-sel lain yang belum saya sebutkan lagi..
Dulu , saya pernah bertanya kepada seseorang “kenapa ada pederitaan dalam hidup ?” kemudian orang itu menjawab “agar para makhluk tuhan mampu menaklukan hidup”
Dari kehampaan hidup yang saya alami, saya tidak pernah tahu apa arti hidup itu sendiri.. sampai suatu ketika ada saat dimana saya jatuh.. terhempas badai… serasa ditempa oleh angelfalls yang selalu saya impikan , tapi terasa pedih dan sakit… sampai rasanya pernapasan saya terhambat .Napas saya tersengal-sengal.. terhimpit lapisan serbuan ombak yang membuat saya seperti puteri setengah hidup ..
Kepenatan yang saya rasakan membuat saya sadar akan arti hidup bagaimana menaklukan kehidupan sampai saya dapat beradaptasi dengan jalur yang saya pilih, atas kejamnya arus tebal yang menghujam, mencengkram bagai batu yang terus berkumpul…
Sejak saya SMP sampai sekarang saya tidak pernah berhenti berpikir dan melakukan hal yang bisa membuat saya menaklukan hidup.. agar saya tidak ditaklukan oleh hidup, dengan menaklukan hidup, saya bisa mencapai segala hal yang ingin saya lakukan untuk membuat banyak sekali topangan harapan yang bisa saya jatuhkan dan menggulung jutaan keyakinan usang yang membuat segalanya menjadi nyata dan dapat berpijak. Menghancurkan rasa kebencian saya terhadap kegagalan, sampai mencoba membuka pintu maaf saya terhadap kegagalan diri saya sendiri…
Mungkin hanya dengan kecepatan loncatan quantum yang harus saya kendalikan lagi untuk menaklukan dan mempercepat putaran poros agar saya bisa merobohkan waktu yang terasa lebih cepat dari yang saya perkirakan.. pacuan waktu yang trus berputar membuat saya terpaku dan beterbangan bagai bulu panah yang nyaris terhimpit dalam keramaian tak bersuara…
Ruangan jiwa saya yang membentuk spectrum rumit nan kompleks atas keyakinan untuk menaklukan kehidupan terselip rasa ingin melenyapkan keinginan saya untuk menaklukan mimpi besar saya yang saya tata rapi didalam ambisi saya sampai tertanam kuat. Rasa ragu itu menghantui saya..
Tiba-tiba saya takut untuk melakukan hal itu,ribuan tanya sederhana bertumpu dalam otak saya , sampai saya merasa sesak bagamana saya menjawab keinginan pedih itu, saya merasa takut keinginan saya tidak tercapai, saya takut ditaklukan oleh hidup dan tidak bisa menaklukan hidup saya itu..
Yang saya syukuri ternyata rasa takut itu hanya tinggal sementara didalam perasaan saya, saya tahu.. mungkin itu hanya kebimbangan sesaat.. tapi sekarang saya sadar, saya memiliki banyak sekali mimpi-mimpi yang harus diraih dan langkah pertama yang harus saya lakukan adalah menaklukan hidup terlebih dahulu… karena mimpi itu sudah saya simpan rapi dalam kepingan-kepingan harap yang saya simpan dalam daftar masa depan hidup saya yang terbentang demikian indah…